Ekowisata Penangkaran Kupu-kupu

Thursday, January 27, 2022

Lebah Klanceng, si Lebah Tanpa Sengat Penghasil Madu


Nama Hewan: Lebah Klanceng

Nama Ilmiah: Tetragonula laeviceps





Deskripsi Lebah Klanceng

Lebah Klanceng jenis Trigona Tetragonula laeviceps adalah lebah asli Indonesia yang mempunyai produktivitas propolis yang relatif tinggi dibandingkan lebah Trigona lainnya. Ciri spesial   yang membuat lebah jenis ini sangat mendukung untuk dibudidayakan yaitu tidak memiliki sengat (stingless bee) sehingga lebih jinak dan mudah melakukan adaptasi dengan lingkungan baru.

Lebah yang biasa disebut dengan Kelulut ini  memiliki ukuran tubuh kecil dengan panjang sekitar 3–4 milimeter dengan sayap terentang hingga 8 milimeter. Warna tubuh kelulut adalah hitam. Bagian tubuh klanceng memiliki sengat yang tidak berfungsi sebagai alat pertahanan. Klanceng melindungi dirinya dengan mengigit musuhnya atau membakar kulit musuhnya dengan larutan basa. Musuh yang menyerang akan dikelilingi oleh koloni klanceng yang menyerang organ vital seperti mata, hidung dan telinga. Kelulut juga dilengkapi dengan sistem imun bawaan yang digunakan ketika menyerang serangga pengganggu lain. 

Ada perbedaan bentuk dan ukuran antara lebah ratu dan lebah pekerja. Lebah ratu berukuran dua hingga empat kali lebih besar dibandingkan lebah pekerja. Perut lebah ratu berukuran besar dan menyerupai rayap. Warna tubuh lebah ratu adalah kecoklatan dan mempunyai sayap yang pendek. Sedangkan lebah pekerja memiliki kepala yang besar dan rahang yang panjang.

Manfaat Lebah Klanceng

Manfaat Klanceng adalah sebagai berikut:

  • Penghasil Madu. Klanceng menghasilkan madu dengan warna, rasa dan kelengketan yang berbeda dengan madu yang dihasilkan oleh lebah hutan. Madu klanceng mengandung asam fenolik yang meliputi asam p-kumarat, asam protokatechuik dan asam vinilik. Asam fenolik ini mampu menurunkan risiko manusia terkena penyakit kanker dan radang. Khasiat madu kelulut akan berkurang ketika mengalami fermentasi akibat adanya ragi dan mikroorganisme yang timbul selama tingkat kelembapan tinggi.
  • Penghasil Propolis. Klanceng dapat menghasilkan propolis dengan jumlah empat kali lipat dibandingkan dengan lebah hutan dalam jangka waktu yang sama. Propolis ini kemudian digunakan untuk berbagai macam penyakit pada manusia, antara lain sakit gigi, influenza, diabetes melitus, dan tuberkulosis. Kemampuan menyembuhkan penyakit ini merupakan efek dari kandungan propolis yang mengandung antioksidan dan fenol yang berlimpah.
  • Membantu penyerbukan tanaman sehingga dapat meningkatkan produk pertanian buah-buahan. 

Habitat Lebah Klanceng

Di hutan atau alam liar, koloni lebah dapat ditemukan dengan melihat tanda-tanda pada pohon, bambu, log kayu, ataupun batu-batuan, seperti: lubang pada kayu atau pohon, tanda hitam dari resin lebah, struktur corong, aktivitas keluar masuk sarang dari lebah tanpa sengat .

Lebah tanpa sengat dapat pula ditemukan di pemukiman warga terutama di struktur rumah yang terbuat dari bambu ataupun kayu. Batu ataupun kendi dapat pula menjadi tempat bersarang lebah tanpa sengat.

Cara Berkembang biak Lebah Klanceng

Lebah klanceng memiliki cara hidup eusosial, sama seperti lebah Apis dan beberapa serangga lain seperti semut, dan rayap. Eusosial adalah perilaku hidup bersama, dengan sistem pembagian kerja. Dalam sistem sosial lebah ada satu (atau terkadang lebih dari satu) ratu lebah, ratusan lebah jantan (drone), dan ratusan sampai ribuan lebah pekerja. Ratu berkelamin betina dan fertil. Tugas ratu adalah bertelur dan menjadi pemimpin. Satu ‘keluarga’ lebah ini disebut sebagai satu koloni.

Lebah jantan atau drone dihasilkan dari telur yang tidak dibuahi. Satu-satunya tugas lebah jantan adalah mengawini ratu. Lebah pekerja merupakan lebah berkelamin betina steril (tidak menghasilkan keturunan). Lebah pekerja memiliki beberapa tugas, baik dalam membangun dan merawat sarang, menjaga keamanan, dan mengumpulkan pakan.

Jenis Makanan Lebah Klanceng

Lebah klanceng sangat membutuhkan lingkungan yang kaya akan sumber pakan maupun material sarang.  Jenis-jenis tanaman yang dibutuhkan lebah klanceng adalah sebagai berikut:

  • Penghasil nektar. Nektar adalah cairan manis yang dihasilkan oleh tumbuhan pada kelenjar nektarin. Kelenjar ini umumnya terletak pada bunga, meskipun kelenjar ini juga bisa dijumpai di ketiak daun. Nectar yang dihasilkan kelenjar pada bunga biasanya disebut nectar floral, sedangkan nectar dari kelenjar selain pada bunga disebut nectar ekstrafloral. Tanaman penghasil nektar floral antara lain: randu, kaliandra, tanaman air mata pengantin. Sedangkan tanaman penghasil nektar ekstrafloral misalnya akasia daun lebar Acacia mangium, dan karet.
  • Penghasil serbuk sari (pollen). Serbuk sari adalah pembawa gamet jantan pada perkembangbiakan tumbuhan. Pollen bisa dijumpai pada bunga, tepatnya pada benang sari. Sumber pollen yang disukai misalnya kelapa, bunga matahari, widelia, bayam.

  • Penghasil resin. Resin adalah eksudat tanaman yang keluar pada saat tanaman mengalami luka. Resin bisa muncul dari berbagai bagian tumbuhan, seperti batang, dahan, bahkan bunga. Beberapa contoh tumbuhan penghasil resin yang disukai lebah kelulut: mangga, manggis, nangka, damar, dan meranti-merantian.
  • Katagori

    Hewan Liar

    Klasifikasi Ilmiah Lebah Klanceng

    Kingdom : Animalia

    Filum : Arthropoda

    Kelas : Insecta

    Ordo : Hymenoptera

    Famili : Apidae

    Genus : Tetragonula

    Spesies : Tetragonula laeviceps






    Share:

    0 comments:

    Post a Comment

    Postingan Populer

    Promo Khusus Sekolah

    Postingan Terbaru

    Mengenal Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L)

    Nama Tanaman: Jarak Kepyar Nama Ilmiah: Ricinus communis L. Deskripsi Jarak Kepyar    Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman p...

    Postingan Menarik