https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Pelatihan Ecobrick pertama di Taman Kupu-kupu Sukardi

Senin, 15 November 2021


Tahukah kamu jika Indonesia peringkat ketiga sebagai negara yang menghasilkan sampah plastik terbesar di dunia. Dijelaskan dalam laman indonesia.go.id, pada 2020, Indonesia menghasilkan sampah plastik sebanyak 67,8 juta ton atau terdapat 185.753 ton sampah setiap harinya dihasilkan oleh 270 juta penduduk. Sementara itu, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik

Jika dibiarkan, sampah-sampah plastik akan merusak lingkungan baik darat maupun lautan. Pengolahan sampah yang buruk akan berdampak pada perubahan iklim. Tentu kondisi ini sangat mengkhawatirkan. 

Tergerak atas kondisi tersebut, ibu-ibu atau emak-emak zaman now di Kecamatan Sukadiri mengadakan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick. Acara ini digelar pada Minggu pagi, 14 November 2021 bertempat di Taman Kupu-kupu Sukardi Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang. Ecobrick pada dasarnya merupakan botol plastik bekas yang diisi segala jenis plastik bekas, bersih dan kering, mencapai kepadatan dan berat tertentu.

Ecobrick sendiri merupakan akronim dari ecology brick atau bata ekologi. Ecobrick berfungsi sebagai balok bangunan yang dapat digunakan berulang-ulang. Ecobrick juga dapat dibuat dengan material yang tidak bisa terurai secara alami, yang akan mengeluarkan racun bagi lingkungan (Misalnya: Styrofoam, kabel, baterai kecil, dll.).


“Acara ini diadakan sebagai suatu gerakan penyadaran kepada warga tentang bagaimana kita bisa mulai memilah, mengolah sampah rumah tangga menjadi kerajinan yang lebih bermanfaat” terang ibu Hj. Nunung, ketua panitia pelatihan.


Peserta diminta membawa sendiri sampah plastiknya. Di pelatihan ini peserta diajarkan praktek membuat ecobrick, mulai dari menggunting sampah plastik, memasukan sampah plastik yang telah dipotong, memadatkan sampah plastik dalam botol, lalu menimbangnya dengan berat 200-260 gram.

Menurut Ade, salah satu peserta asal Sepatan yang turut hadir dalam pelatihan ini menyampaikan bahwa kini ia semakin sadar dan bertekad untuk tidak menyia-nyiakan sampah plastik yang ia temui. Dan siap menjadikan sampah plastik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.


Berita pertama kali muat di https://berandainspirasi.id/ketika-emak-emak-sukadiri-bergerak-ubah-sampah-plastik-jadi-ecobrick/


Author

Admin NUS